Cerpen

Berhenti

Duniaku tiba-tiba gelap. Aku pernah berkali-kali membayangkan peristiwa ini, berusaha menyiapkan hatiku, namun ternyata sia-sia. Usaha menguatkan hatiku satu tahun belakangan ini hancur begitu saja. Tidak berbekas. Aku tetap tidak bisa bahagia di hari bahagianya. Sebuah tangan mengelus pundakku lembut. "Are you okay, Kal?" Aku tidak menjawab, hanya memutar kepala ku kearah sumber suara. Dia… Lanjutkan membaca Berhenti

Cerpen

Hujan Sendiri

Aku pernah mengenal seorang lelaki dengan nama yang teramat panjang. Di generasi kami, nama sepanjang itu adalah sesuatu yang langka. Perkenalan kami tidak spesial dan biasa-biasa saja. Bertemu di organisasi, dia senior, aku junior berinteraksi lalu lalu berteman. Seiring berjalannya waktu, interaksi kami perlahan berubah. Dia mulai intens menghubungiku. Entah dia yang seperti buku terbuka… Lanjutkan membaca Hujan Sendiri

Cerpen

Anak Perempuan Ayah

Cinta seorang ayah mungkin tidak seperti ibu yang terang-terangan, menasihati dengan suara lembut, dan merindukan dengan luruhan air mata. Cinta ayah seringnya tidak pernah tampak. Kekhawatiran kepada anak perempuannya yang pulang terlambat seringkali terdengar seperti omelan dan amarah. Ayah seringkali marah karena hal-hal sepele. Bukan karena ayah pemarah apalagi jahat terhadap anaknya. Tapi itu adalah… Lanjutkan membaca Anak Perempuan Ayah

Cerpen

Perempuan yang Kehilangan Seyuman

Perempuan itu sudah lupa caranya tersenyum. Sekali waktu ia pernah berdiri didepan cermin dan mencoba tersenyum namun bukan senyuman yang katanya bisa mengalihkan pandangan sesorang terpantul dari cermin. Disana hanya ada seorang perempuan dengan bibir menyeringai. Tidak pantas dan tidak cantik. Ia sebenarnya adalah perempuan yang rupawan dengan kulit agak kecoklatan khas orang Indonesia dan… Lanjutkan membaca Perempuan yang Kehilangan Seyuman

Cerpen

Doa Paling Jahat

Lagi-lagi aku menipu sekian ratus orang yang menggemari tulisan-tulisanku. Jari-jariku begitu lincah mengetikkan kata per kata dan merangkainya menjadi kalimat lalu paragraf hingga menjadikannya cerita yang utuh. Membuat cerita-cerita cinta yang begitu romantis dan tak jarang aku menerima komentar yang menyangka itu adalah cerita nyata. “Wah kak, ceritanya bagus sekali. Aku sampai senyum-senyum sendiri membacanya”… Lanjutkan membaca Doa Paling Jahat

Cerpen

Pria sedingin es

Jika bersamanya, kamu selalu seperti matahari dimusim panas yang menghangatkan namun kenapa ketika bersamaku, kamu menjadi dingin? Sedingin salju di puncak musim. ** “Aku tidak perlu pergi ke negara bermusim dingin jika hanya untuk merasakan dingin. Sikapmu padaku selalu sedingin es!” keluhku lirih, agar tidak terdengar oleh lelaki yang sedang duduk disampingku. “Kamu bilang apa?”… Lanjutkan membaca Pria sedingin es

Cerpen

Penghianatan

Wanitaku menangis. Dan aku penyebabnya. Aku tidak bisa melihat seorang wanita bersedih tapi kali ini malah aku menjadi alasannya menangis. Aku tidak tahu harus memulai dari mana untuk menjelaskannya. Wanita ini terlalu baik, tangguh dan rapuh disaat yang bersamaan. Dia sangat mencintaiku. Aku pun demikian. Beruntung suara bising knalpot dari jalan raya sedikit membantu memecah… Lanjutkan membaca Penghianatan