Cerpen

Doa Paling Jahat

Lagi-lagi aku menipu sekian ratus orang yang menggemari tulisan-tulisanku. Jari-jariku begitu lincah mengetikkan kata per kata dan merangkainya menjadi kalimat lalu paragraf hingga menjadikannya cerita yang utuh. Membuat cerita-cerita cinta yang begitu romantis dan tak jarang aku menerima komentar yang menyangka itu adalah cerita nyata.

“Wah kak, ceritanya bagus sekali. Aku sampai senyum-senyum sendiri membacanya”

“Ini peristiwa yang kakak alami sendiri ya?”

“Sisain aku satu laki-laki yang seperti Ardi ya Allah….”

Itu hanya beberapa komentar dari sekian banyak yang selalu ada dalam setiap tulisanku.

Banyak orang yang mengira bahwa aku adalah seorang wanita yang penuh dengan kebahagiaan karena tulisan-tulisanku menunjukan hal demikian. Mereka tidak tahu saja, bahwa hatiku masih penuh dengan luka. Mencintai orang yang sama bertahun-tahun namun dengan teganya dipatahkan. Tidak,tunggu dulu. Dia tidak pernah mematahkan hatiku. Dia tidak pernah tahu bahwa aku sangat mencintainya. Menjadi orang pertama yang siap mendengar ceritanya, mendukung setiap mimpi-mimpi gilanya bahkan rela membatalkan setiap janji hanya demi menemaninya keluar kota untuk bertemu ‘calon’ kliennya.

Hatiku yang mencintai dengan utuh ini terluka setelah tiba-tiba ia mengatakan ingin melamar seseorang yang juga diam-diam dicintainya. Jadi begini, aku mencintainya diam-diam dan dia juga mencintai diam-diam. Tapi orang yang dicintainya diam-diam itu bukanlah aku. Gelar ‘sahabat’ yang melekat pada diriku tidak akan pernah hilang dan tidak akan berubah. Tidak akan.

Setiap cerita yang aku tulis adalah bentuk dari mimpi-mimpiku. Kisah yang ingin sekali aku miliki dengannya. Bulan depan dia akan menikah dan diam-diam aku masih menyelipkan doa yang paling jahat. “Ya Allah… Jika aku masih memiliki kesempatan, izinkanlah aku menjadi orang yang ada dipelaminannya bukan sebagai tamu undangan tapi sebagai mempelai.”

4 tanggapan untuk “Doa Paling Jahat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s