Story Of my Life

Salju Pertama

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Malam itu tidak berbeda dengan malam di hari-hari sebelumnya di musim dingin. Suhu saat itu antara 1° atau 2°. Aku lupa tepatnya berapa, yang pasti bisa membuatku langsung kedinginan saat melangkah keluar rumah tanpa menggunakan jaket. Saat berada di dalam rumah, aku terbebas dari dingin karena setiap ruangan memiliki penghangat. Sekitar pukul 7 malam, aku masuk ke kamar, lalu kemudian keluar lagi untuk berwudhu dan sholat isya. Setelah sholat Isya, aku mendengar suara dari luar. Aku pikir turun hujan, tapi ternyata ini lebih dari hujan.


Itu salju!


Salju pertama dalam 24 tahun 1 bulan dan 8 hari hidupku.


Sontak saja aku langsung membuka jendela kamar dan melihat pemandangan turun salju yang pertama dalam hidupku plus salju pertama di tahun 2019 di tanggal 11 Desember (aku tahu setelah membongkar galeri Foto untuk melihat tanggal). Indah. Aku terdiam beberapa saat. Menikmati setiap detiknya. Tapi tidak bertahan lama. Angin dingin menyelinap masuk dan membuatku kedinginan. Aku segera menutup jendela. Malam itu aku tidur bersama salju pertama yang sedang turun.

Aku bersama kawanan bebek 😁


Keesokan harinya, saat aku bangun pagi, aku melihat keluar melalui jendela kamar ku, semua menjadi putih. Rumah-rumah dan jalanan dipenuhi salju. Indah. Sekitar pukul 9 pagi, aku keluar rumah untuk pergi ke Sprachcafé seperti biasanya. Aku mengambil segenggam salju yang menutui tanah dan merasakan teksturnya. Selama ini aku pikir salju itu seperti bunga es yang sering menempel di dinding freezer tapi tidak. Ini lebih lembut. Jauh lebih lembut dibandingkan bunga es atau es serut.

Sesampainya di Sprachcafé, ada satu orang temanku yang sudah tiba. Aku bilang padanya bahwa ini adalah salju pertama dalam hidupku. Dia mengajakku keluar untuk mengambil beberapa foto karena menurutnya, saljunya tidak akan bertahan lama. Ketika siang hari, salju itu akan meleleh dan tidak setebal pagi hari. Aku langsung mengiyakan karena aku juga memang ingin berfoto namun aku malu minta tolong di fotokan.


Kami – Aku dan temanku, Rosa- berjalan keluar gedung lalu kami bertemu dengan teman-teman yang lain. Rosa lalu mengajak mereka yang baru datang untuk bergabung. Kami berenam kemudian berfoto dan bermain salju. Awalnya, kami hanya bermain masing-masing sebelum Ahmad -salah satu temanku- mulai menyerang dengan bola salju buatannya. Aku membalas serangannya dan tepat sasaran. Saat aku melempar bola salju, posisinya membelakangiku sehingga bola salju itu mengenai lehernya dan masuk ke badannya melalui celah antara jaket dan pakaian yang digunakannya dengan lehernya. Ahmad segera membersihkan salju itu sebelum benar-benar masuk ke punggungnya.
Bosan bermain salju, kami kemudian membuat boneka salju. Helgard mengajariku bagaimana membentuk bola salju yang akan digunakan sebagai badan dan kepalanya. Untuk membuat bola yang cukup besar ternyata tidak sulit. Pertama ambil salju dan genggam hingga berbentuk bola dan padat kemudian letakkan bola salju itu di area yang memiliki salju cukup tebal. Selanjutnya tinggal di gelindingkan dengan bantuan tangan agar padat dan nembesar. Setelah bentuk dasar jadi, teman-teman yang lain mencari kerikil, rumput dan kayu untuk digunakan sebagai rambut, mata, hidung, mulut serta tangan. Kami berfoto bersama boneka salju buatan kami. Setelah puas bermain, kami kembali masuk ke gedung.


Benar kata Rosa, salju tersebut tidak bertahan lama dan tidak turun setiap hari. Aku pikir, saat musim dingin, setiap hari akan turun salju. Tapi ternyata tidak. 3 hari setelah salju pertama turun, tidak ada lagi sisa-sisa salju di jalanan dan selama sebulan kemudian tidak ada lagi salju yang turun. Hanya hujan air dan terkadang hujan es yang turun.

Mengambil Foto para bebek 🦆🦆.
Bersama boneka salju ☃️☃️.

Salju kedua dan ketiga turun siang hari. Aku lupa kapan tepatnya. Tapi jaraknya juga lumayan jauh dan tidak setebal salju pertama. Hanya saja kali ini spesial. Salju itu turun di siang hari dan aku bisa keluar untuk menikmatnya. Aku menjulurkan tanganku dam membiarkan salju itu jatuh mengenai wajahku. Dingin tapi tidak membasahi dan menenangkan. Aku jatuh cinta pada salju sejak pandangan pertama.

Ketika turun salju ❄️❄️.


Itu tadi bagian terbaik dari salju. Bagian buruknya adalah jangan coba-coba hanya memakai jaket tipis. Sudah pasti akan kedinginan. Di musim dingin, gaya berpakaian sedikit repot karena harus memakai baju tebal dan jaket atau seperti aku yang memakai longjohn (baju dalam hangat), pakaian luar, jaket tebal, syal dan sarung tangan. Aku tidak kuat dingin. Saat berjalan di atas salju juga harus berhati-hati agar tidak terjatuh. Beberapa kali aku hampir terjatuh. Terakhir yaitu membersihkan salju ditrotoar depan rumah. Setiap rumah wajib melakukan itu karena jika orang yang celaka akibat salju di trotoar depan rumah, maka pemilik rumah harus bertanggung jawab atas kejadian itu. Lenganku sakit akibat otot yang menegang setelah membersihkan salju dihari sebelumnya. Membersihkan salju di trotoar menggunakan alat yang bentuknya seperti sekop namun terbuat dari plastik dan lebih besar. Berat. Rasanya aku seperti sedang menyekop tanah atau pasir. Butuh waktu hampir setengah jam untuk membersihkan seluruh trotoar karena halaman rumah GF cukup luas dan berada tepat di persimpangan sehingga trotoarnya pun lebih panjang dibanding rumah yang berada di tengah.

Bucket list saat salju turun

1. Memegang salju. ✅

2. Membuat boneka salju. ✅

3. Berfoto dengan latar belakang salju. ✅

4. Mencoba makan salju pakai sirup. Hahahaha. Ini yang keempat akibat menonton film kartun chibi maruko chan (kalo aku tidak salah ingat). Tapi aku belum tau akan mewujudkannya atau tidak. ❎

5. Bermain menggunakan papan seluncur. ❎


Meskipun memiliki sisi meyebalkan, tapi aku sampai saat ini masih menyukai salju.

9 tanggapan untuk “Salju Pertama”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s