Traveling

Menjelajahi Nürnberg

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

Sudah lama ya tidak bersua. Setelah beberapa waktu tidak menulis karena suatu hal, alhamdulillah kali ini aku bisa merampungkan tulisan ini. Aku akan bercerita tentang pengalamanku liburan sendirian. Yeayyyy, alhamdulilah akhirnya liburan. Tapi akan lebih banyak foto di tulisan ini.

Aku mendapat 5 hari libur karena anak-anak libur sekolah selama seminggu. Awalnya, aku mau pergi ke Innsbruck, Austria. Tapi karena ini baru pertama jadi aku memutuskan untuk ke tempat yang dekat dulu. Aku liburan ke Nürnberg, kota sebelah. Temanku pernah bilang bahwa kota itu sangat cantik. Aku disana hanya 3 hari 2 malam. Aku berangkat naik Bus hari senin sore dan balik kerumah hari rabu siang. Sebelum berangkat temanku bilang kalo aku mau keliling Nürnberg menggunakan semua jenis transportasi umum bisa memakai Tagesticket. Tagesticket adalah tiket transportasi umum yang bisa di gunakan untuk berbagai transportasi umum dalam kota untuk sehari penuh. Dengan tiket ini, aku bisa menggunakan Bus, S-Bahn dan U-Bahn tanpa harus membayar lagi. Cukup menunjukan Tagesticket dan jatuhnya lebih murah ketimbang harus beli tiap mau naik transportasi umum.

Bus yang akan membawa ku ke Nürnberg sedikit terlambat dan aku sudah agak gelisah. Aku pikir, aku yang ketinggalan Bus 🤣. Bus yang harusnya berangkat pukul 17.25 terlambat 9 menit dan berangkat pukul 17.34. Selama perjalanan aku hanya chatting dengan temanku karena sudah malam dan aku tidak bisa memperhatikan jalan yang dilewati. Sudah gelap 🤣. Aku tiba di Nürnberg sekitar hampir jam 8 malam dan langsung menuju hostel tempat menginap. Beruntung jarak Bahnhof dan hostel hanya 200m an jadi aku tidak perlu jalan jauh di malam yang dingin. Suhu saat aku tiba yaitu 2°C. Aku memesan kamar yang tipe dorm dengan 4 kasur. Jadi aku bisa saja berbagi kamar dengan orang lain dan bisa jadi tidak. Setelah check in dan mendapatkan roomcard, aku segera menuju kamar. Saat masuk kamar tidak orang, tapi ada kasur yang sepertinya habis di tempati orang lain. Aku hanya berharap dia baik. Aku segera menyimpan barang ku dan kemudian membersihkan diri untuk sholat Isya dan langsung istirahat. Aku tidak berencana untuk keluar malam dan emak juga berpesan padaku untuk tidak melakukan itu. Aku menginap di A&O Hotel and Hostel Bahnhof Nürnberg karena murah dan letaknya strategis. Dekat dengan Bahnhof dan pusat kota. Posisi kasur di kamar yang pesan yaitu 2 kasur dengan posisi bertingkat dan 2 lainnya dengan posisi bersebelahan. Aku menggunakan kasur yang bersebelahan dan terletak di paling ujung. Aku membawa bekal 1 pak roti tawar dengan sebotol selai, 2 buah apel, 1 bungkus jus dan 5 bungkus indomie. Aku melakukan itu demi keamanan makan dan penghematan tentunya. Tapi sayang, dapur di Hostel sedang perbaikan jadi aku tidak bisa masak indomie. Aku akan bertahan hidup dengan makan roti tawar saja.

Keesokan harinya, aku keluar kamar sekitar jam setengah 8 pagi dan aku kedinginan. Suhu pagi itu 0° dan aku tidak membawa sarung tangan. Pantas saja aku kayak mau beku. Tapi setelah jalan, dinginnya agak sedikit berkurang. Tempat pertama yang aku kunjungi yaitu Handwerkerhof Nürnberg. Disana terdapat toko-toko yang menjual aneka barang buatann tangan dan kafe untuk bersantai. Bentuk toko disana sangat cantik dan terlihat tua.

Setelah puas mengambil gambar, aku menuju Altstadt. Pagi itu sangat ramai karena banyak yang berangkat kerja atau berangkat sekolah. Mereka tidak terganggu dengan suhu pagi, mereka memakai jaket tebal, syal bahkan ada yang lengkap dengan sarung tangan dan penutup kepala. Sejauh ini hanya aku yang berjilbab tapi tidak ada yang terganggu dengan hal itu. Ada beberapa lokasi yang ingin ku datangi di Altstadt. Menurut hasil pencarianku di Google, tempat-tempat tersebut wajib di kunjungi saat ke Nürnberg.

St. Lorenz Kirche Nürnberg

Museumsbrücke

Foto ini ku ambil saat matahari terbit.

Hauptmarkt

Hauptmarkt ini terletak di tengah Altstadt. Banya lapak penjual disana dan di dominasi oleh penjual buah dan sayur. Aku sempat mampir untuk bertanya harga 200 gr berry dan menurutku itu mahal. Selain pedagang kaki lima, banyak kafe-kafe yang menjual makanan ringan hingga makanan berat. Di sini juga terdapat Frauenkirche Nürnberg dan Schöner Brunnen.

Frauenkirche Nürnberg

Schöner Brunnen

Setelah itu aku langsung ke
Kaiserburg Nürnberg. Jarak dari Hauptmarkt ke Kaiserburg Nürnberg tidak jauh. Mungkin hanya butuh waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki tapi jalannya menanjak jadi lumayan capek. Aku saja sampai berkeringat padahal dingin. Tapi aku tidak langsung ke Kaiserburg Nürnberg. Aku mampir beberapa kali dan mengambil gambar beberapa tempat menarik. Sayang aja kalo gak di Foto.

Foto yang ketiga ini aku ambil dari jalan sebelum naik tanggal ke Kaiserburg Nürnberg. Aku tidak mengambil Foto keseluruhan bangunan Kaiserburg Nürnberg karena sedang perbaikan. Aku hanya mengambil beberapa bagian dan Foto pandangan Kota dari atas.

Ini saat matahari terbit

Ini siang hari

Setelah itu aku langsung ke Halte untuk pergi menemui teman. Dia juga orang Indonesia. Dia ke Nürnberg untuk wawancara FSJ. Aku membeli Tagesticket karena aku juga berencana untuk pergi ke Dokumentationszentrum Reichsparteitagsgelände. Itu adalah Museum Dokumentasi Nazi. Nama temanku itu Ceni. Aku dan Ceni janjian ketemuan di halte dekat Träger tempat dia wawancara. Dia memintaku untuk duluan tiba karena dia suka kesasar kalo sendirian. Tapi sepertinya aku tidak bisa tepat waktu karena bus yang ku naiki akan tiba sekitar pukul 12.30 dan seharusnya Ceni tiba pukul 12.20. Qadarullah, aku yang tiba duluan karena kereta Ceni terlambat sehingga dia terlambat naik bus. Saat Ceni tiba dia langsung mengajakku berlari karena dia sudah terlambat. Aku rasa ini baru pertama kali kami bertemu, tapi kami sudah bisa langsung akrab. Setelah dia selesai wawancara, kami ngobrol dan ternyata kami pernah bertemu saat ujian A1 di Goethe Institute Surabaya, hanya saja aku tidak memperhatikan semua peserta ujian saat itu jadi aku tidak ingat. Meskipun baru pertama kali ngobrol sama dia, tapi rasanya kayak sudah kenal lama. Maklum, mungkin kami disatukan latar belakang yang sama. Aupair dari Indonesia 😂. Kami tidak ngobrol terlalu banyak karena dia harus mengejar kereta ke Erlangen. Dia juga harus wawancara disana. Setelah berpisah, aku kembali ke hostel untuk sholat Zuhur dan istirahat. Aku akan jalan lagi setelah Ashar.

Sore harinya, aku berencana untuk pergi ke Dokumentationszentrum Reichsparteitagsgelände. Jaraknya jauh dari pusat kota dan aku harus naik bis atau S Bahn. Aku mengecek menggunakan Google maps jadwal S Bahn atau Bis dan Linie mana yang harus ku gunakan. Aku memilih naik S Bahn karena lebih cepat dan yang harus ku naiki S Bahn nomor 8 ke Doku Zentrum. S Bahn adalah kereta yang jalannya di jalan raya tapi di jalur khusus. Aku tidak memperhatikan arah S Bahn itu, aku hanya melihat nomornya dan aku salah naik. Saat sadar salah naik, aku turun di halte U Bahn untuk kembali ke Nürnberg Hbf, tempat aku naik S Bahn. U Bahn adalah kereta bawah tanah. Aku mencoba lagi naik S Bahn tapi aku masih salah jalur hingga akhirnya aku turun di salah satu halte. Awalnya aku mau menyerah dan kembali. Aku mau jalan-jalan di Altstadt saja. Tapi kemudian aku melihat halte S Bahn nomor 8 ke Doku Zentrum. Aku segera berlari karena S Bahn nya segera berangkat. Alhamdulillah, aku berhasil tiba di tempat tujuan. Aku masuk ke dalam Museum dan untuk berkeliling, aku harus membayar 7€. Saat itu sudah jam 4 sore dan Museum akan tutup jam 6 malam, maka aku putuskan tidak masuk. Museum nya besar dan waktu yang ku miliki hanya 2 jam, rasanya sayang kalo harus cepat-cepat dan aku sudah bayar mahal. Jadi aku hanya numpang ke toilet saja dan keluar 😂. Aku sempat mengambil beberapa foto disana. Setelah dirasa cukup, aku kembali ke penginapan untuk istirahat. Aku tidak mau keluar malam.

S Bahn dan Bus

Dokumentationszentrum Reichsparteitagsgelände tampak depan

Dokumentationszentrum Reichsparteitagsgelände tampak samping

Pas masuk ke hostel, aku mencari roomcard yang ku simpan di saku jaket. Dan roomcard ku tidak ada! Segera aku mencari di tas, mungkin aku sudah menyimpannya didalam. Aku mengeluarkan barangku dari dalam tas dan aku tetap tidak menemukannya. Mati aku! Sepertinya jatuh di S Bahn karena aku mendengar ada benda jatuh tapi aku tidak mengeceknya. Aku acuhkan begitu saja. Sebelum bertanya ke receptionis, aku mencari info di google apakah ada charge jika menghilangkan roomcard. Saat itu receptionis juga sedang ramai jadi sambil menunggu, aku mencari info. Tapi aku tidak menemukan jawaban yang sesuai. Aku berbicara ke receptionis bahwa aku kehilangan roomcard dan alhamdulillah aku tidak perlu membayar. Dia memberiku roomcard baru setelah aku menyebutkan nama dan nomor kamarku. Aku segera ke kamar dan sholat Maghrib. Awalnya aku memang tidak mau keluar, selain karena mager juga capek tapi aku lapar. Makan roti tawar seharian tidak cukup ternyata. Itu pergolakan batin yang cukup berat. Antara mager dan lapar. Tapi lapar mengalahkan rasa mager. Aku pengen makan yang berat kayak nasi, kentang atau pasta misalnya. Aku bimbang dengan kehalalan makanan disana. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, aku memutuskan ke McDonald’s. Aku tidak mengharap ada nasi karena sudah pasti tidak ada. Tapi aku berharap menemukan ayam goreng krispi seperti di Indonesia. Harapan ku sirna, yang ada hanya sayap goreng, nugget dan aneka burger. Aku sedang tidak mau makan roti lagi. Cukup dari hari pertama tiba sampai sore keesokan harinya aku makan roti. Malam ini aku mau makan yang lain. Pilihan ku jatuh ke paketan menu yang isinya kentang goreng ukuran besar, nugget 1 box yang isinya 20 dilengkapi saos barbeque yang terpisah dan cola ukuran besar. Aku harus membayar 10€ untuk makanan itu. Aku tidak sanggup menghabiskan nugget nya sehingga sebagian aku bawa untuk sarapan besoknya. Sebelum kembali ke hotel, aku berjalan-jalan sebentar untuk mencerna makanan dan melihat suasana kota saat malam. Tidak lama, sebelum jam 8 malam, aku sudah di hostel. Sebelum tidur aku mandi karena merasa badanku sangat gerah dan bau setelah seharian jalan.

Aku menutup hari ku dengan laporan ke emak bahwa aku sudah di hostel. Aku juga bercerita kemana saja aku dan mengirim beberapa foto yang ku abadikan dengan ponselku. Beberapa foto diatas tidak ku ambil di hari yang sama. Di hari kedua aku di Nürnberg cuaca tidak begitu bagus. Meskipun tidka hujan, tapi awan mendung dan gelap, tidak ada warna biru sedikit pun. Keesokan harinya alhamdulillah cuaca sangat bagus. Awannya begitu bersih dan biru tapi sayang nya aku hari itu juga harus kembali ke Coburg pukul 11.45 sehingga tidak semua tempat bisa ku datangi lagi untuk mendapatkan foto yang lebih bagus.

Oh iya aku baru ingat mau cerita ternyata disini masih ada (maaf) orang-orang homeless. Mereka berharap bantuan dari orang sekitar atau wisatawan. Aku pikir semua yang tinggal disini hidupnya akantm terjamin tapi ternyata tidak. Aku pun juga tidak tau apakah mereka pendatang atau penduduk asli. Tapi alhamdulillah orang disana masih banyak yang baik. Saat aku membeli kopi di McD, pegawai disana ramah dan mengizinkan homeless untuk masuk serta menggunakan toilet. Padahal jelas tertera di pintu toilet bahwa toilet tersebut hanya di boleh digunakan untuk pelanggan. Aku penasaran mereka tidur dimana karena cuaca sangat tidak memungkinkan untuk tidur diluar. Saat malam suhu turun hingga 0° dan itu sangat dingin. Aku hanya berharap semoga mereka baik-baik saja dam terus dipertemukan dengan orang baik yang mau membantu mereka. Aku juga bertemu 3 orang asal Indonesia, mereka sedang ada exhibition. Aku tidak bisa lama berbincang dengan mereka karena aku harus segera ke Bahnhof dan hanya sempat menunjukan mereka tempat apa saja yang bagus dikunjungi dan dekat. Aku sangat excited bertemu mereka. Karena menemukan orang Indonesia adalah hal yang sulit dilakukan. Aku juga bertemu seorang pedagang asal Australia yang pandai bahasa Indonesia. Aku bertemu dengannya saat mampir ke salah satu pedagang kkai lima yang menjual aneka souvenir dan pakaian. Ada kain batik di antara barang yang dia jual. Aku tertarik untuk mengambil gambar. Tapi pada saat bersamaan, penjualnya menghampiriku dan bilang aku tidak boleh mengambil Foto. Lalu dia bertanya apakah aku dari Indonesia dan aku jawab iya. Kami berbincang dalam bahasa Indonesia. Dia pernah tinggal di Indonesia selama kurang lebih 30 tahun. Beliau orang yang ramah.

Liburan ini memberiku pengalaman baru dan cerita baru. Aku jatuh cinta dengan kota Nürnberg. Nürnberg sangat cantik dan aku masih mau mengunjunginya, mungkin sekali atau dua kali lagi. Biasanya, aku tidak akan mengunjungi tempat yang sama saat liburan karena menurutku sekali saja cukup. Aku masih belum bisa move on dari keindahan kota tersebut. MasyaaAllah. Ciptaan Allah begitu indah. Alhamdulillah, Allah mengijinkanku untuk melihat keindahan ciptaan Nya di penjuru bumi lain selain tempat aku lahir dan tumbuh.

Ini bonus 🤣🤣