Traveling

Bermalam di perut Matarmaja

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…..

Sebenarnya pengen lanjutin tulisan sebelum nya, tapi nanti keburu lupa dan kehilangan mood nulis tentang ini πŸ˜‚πŸ˜‚.

So, kali ini aku mau cerita pengalaman naik kereta api (KA) matarmaja dari Malang ke Jakarta dan sebaliknya. Naik kereta ekonomi atau transportasi lain kelas ekonomi sudah menjadi teman hidup. Buatku sih selama masih merasa nyaman dan tidak buru-buru pasti menggunakan kelas ekonomi yang murah meriah. Toh tujuannya juga sama.

Ini kali ketiga aku naik kereta api (KA) Matarmaja, sebuah layanan kereta api ekonomi dengan tarif termurah. Jarak Malang – Jakarta Pasar Senen sejauh 881 kilometer dapat ditempuh dengan satu kereta api seharga 109 ribu. Itu sangat murah bukan??? Tapi kalo membeli tiket kereta menggunakan aplikasi seperti traveloka, tiket.com dan kawan-kawan akan ada tambahan biaya administrasi sekitar 7500. Aku sendiri memilih menggunakan aplikasi karena lebih praktis dan bisa memilih kursi mana yang akan ku tempati. Aku selalu memilih kursi di pinggir jendela demi kenyamanan duduk dan tidur selama perjalanan. FYI, perjalanan Malang – Jakarta membutuhkan waktu sekitar hampir 17 jam. Jadi bayangkan saja kamu harus duduk tegak di tengah atau di pinggir lorong. Mau tidur, gak bisa sandaran nyaman. Gak mungkin kan mau sandaran di bahu orang. Ya kecuali kalo kamu jomblo dan memang butuh sandaran πŸ˜…πŸ˜….

Nah singkat cerita setelah berhasil mendapatkan tiket sesuai tanggal yang ku inginkan, tinggal menunggu kode pemesanan untuk digunakan mencetak tiket nanti.

Keberangkatan

Aku berangkat ke Jakarta tanggal 24 Maret pukul 17.30 dan berarti akan tiba sekitar pukul 09.20 esok harinya. Aku tiba di stasiun sekitar pukul 16.45 setelah mengalami drama tidak ada angkot yang lewat setelah menunggu lama dan akhirnya naik ojek online. Setibanya di stasiun, aku langsung ke mesin cetak tiket dengan memasukkan kode pemesanan dan mendapat tiket. Tidak perlu khawatir mengantri lama karena setiap stasiun biasanya memiliki lebih dari 1 mesin. Beres mencetak tiket, aku segera check in dan menunggu di peron. Nah, ku lihat banyak anak SMA yang juga menunggu kereta. Aku sempat baca sekilas dari name tag salah satu dari mereka bahwa mereka mau study tour. Tujuannya kemana aku tidak tau dan tidak butuh tau. Aku hanya berharap tidak se gerbong atau bahkan tidak se kereta. Aku bisa membayangkan bagaimana berisiknya.

Aku hanya geleng-geleng kepala liat bawaan yang perempuan. Hampir semua dari mereka membawa boneka. Beneran boneka, bukan boneka untuk bantal leher. Ada boneka beruang, ada lumba-lumba juga, macam-macam bentuknya. Sayangnya harapan ku tidak terkabul. Aku segerbong dengan mereka bahkan satu tempat duduk. Dugaanku tidak salah. Kereta belum jalan saja sudah berisik. Selamat jalan kedamaianku.Oh iya posisi duduk ku saat ke Jakarta maupun balik ke Malang selalu di pinggir jendela. Jadi kalo ada yang menempatinya, dengan sopan aku memberitahu kalo itu tempatku. Aku tidak akan rela memberikan posisi itu. Tidak akan pernah πŸ˜‚πŸ˜. Tapi Alhamdulillah nya, mereka yang menempatinya selalu mengerti dan mau pindah ke pinggir lorong.

Bermalam di perut Matarmaja

Perjalanan KA Matarmaja bukanlah perjalanan yang singkat. Jarak yang harus ditempuh dari Malang ke Jakarta atau sebaliknya sekitar 881 kilometer dengan waktu tempuh hampir 17 jam. Total stasiun pemberhentian lebih dari 20 stasiun. Sejak diresmikan 28 September 1983 lalu, KA Matarmaja selalu manjadi primadona karena tarifnya yang murah. Nama Matarmaja sendiri adalah gabungan dari kota-kota besar yang dilewati, yaitu : MAlang, bliTAR, MAdiun dan JAkarta.

Selama di kereta aku tidak mau minum banyak untuk menghindari buang air kecil. Meskipun di kereta ada toiletnya, tapi aku tidak yakin bersih dan seringkali berbau tidak sedap. Aku lebih memilih menahannya hingga berhenti di stasiun. Di beberapa stasiun, kereta berhenti lama sehingga bisa keluar untuk ke toilet atau sekedar menghilangkan kejenuhan di dalam kereta.Malam adalah waktunya tidur sehingga inilah tujuanku kenapa memilih kursi di jendela. Oh iya posisi kursi KA Matarmaja ini 3-2 berhadap-hadapan. Satu gerbong dengan rombongan anak SMA mengajarkan ku untuk bersabar. Bukan hanya aku yang terganggu, penumpang lain pun terganggu dengan keributan mereka. Meskipun sudah di tegur, tapi hal itu tidak membuat mereka tenang. Aku berusaha mengabaikan dan mencoba tidur.

Beda cerita saat baliknya, ada manisnya ada juga yang menyebalkan. Aku mendapat teman ngobrol yang cukup asyik. Seorang bapak dengan tujuan akhir di Madiun, kalo yang duduk di samping ku sibuk dengan ponselnya.Aku pikir orang tidur dikendaraan umum dengan menjadikan orang disampingnya sebagai sandaran hanyalah rekayasa. Ternyata itu bisa benar- benar terjadi. Disini, aku yang jadi sandarannya. Mungkin sekitar pukul 1 atau 2 malam orang disamping ku yang tertidur mulai kehilangan kendali atas tubuhnya. Dia perempuan. Berkali kali kepalanya bergoyang ke depan, samping kanan dan kiri. Berkali kali pula ia terbangun dan menegakkan kepalanya. Tapi pada akhirnya dia menyerah dan bersandar di bahuku. Aku mau bangunin gak enak, jadi ku biarkan saja. Aku tidak bisa tidur karena minum sebotol kopi.

Dia terbangun setelah mendengar pengumuman kereta akan berhenti 30 menit di Solo. Kesempatan itu aku gunakan untuk turun dan ke toilet. Tepat pukul 01.15 kereta kembali melanjutkan perjalanan. Perempuan disamping dan didepan ku turun di kediri. Aku senang di kursi mereka tidak ada yang mengisi sehingga aku duduk sendirian. Tapi kesenangan ku sirna. Ada seorang ibu yang pindah ke kursi di hadapanku. Dan dia memonopoli bukan hanya kursinya tapi juga kursi ku. Ibu itu tidur selonjoran dikursinya tapi kakinya ada di kursiku. Awalnya hanya diujung, tapi makin lama makin ke tengah dan mengenaiku. Dongkol??? Jelas. Tapi aku memilih diam dan sabar. Sirna sudah harapanku untuk bisa tidur dengan nyaman.

Ya mau gimana lagi. Inilah resiko naik kereta ekonomi. Selain duduk tegak semalaman bikin pegal, ada saja hal yang mengusik kenyamanan. Tapi hal seperti itu tidak membuat ku jera memilih moda transportasi ini. Harga tiket KA Matarmaja yang bersahabat lah membuat ku dan penumpang lain akan terus menggunakannya.

Oh iya ini jadwal KA Matarmaja

Salam dari penumpang setia Matarmaja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s