Meraih Mimpi

Meraih Mimpi : Akhirnya punya paspor

Paspor itu dokumen wajib yang dimiliki jika ingin melakukan perjalanan ke luar negeri. Paspor itu semacam identitas internasional kali ya. Untuk membuat nya bisa di lakukan di kantor imigrasi terdekat. Ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi yaitu :

1. Kartu Keluarga asli dan fotokopi

2. E-KTP atau bukti perekaman e-KTP asli dan fotokopi

3. Akte kelahiran asli dan fotokopi

4. Ijazah pendidikan terakhir asli dan fotokopi

5. Surat keterangan kerja asli dan fotokopi (jika ada tapi tidak wajib)

6. Surat keterangan domisili asli dan fotokopi (jika ada dan kalo buat paspor nya bukan di domisili asal)

Semua persyaratan diatas di fotokopi di kertas A4 dan untuk yang nomor 5 sebenarnya tergantung tempat membuat paspor nya. Ada yang minta, ada juga yang tidak. Kalo memang bisa, disiapkan saja buat jaga-jaga semisal nanti di minta. Biaya yang di butuhkan untuk membuat paspor baru 48 hal sebesar Rp. 355.000. Nomor antrian bisa di ambil secara online atau bisa juga datang langsung. Tapi kalo datang langsung, datanglah sepagi mungkin karena kalo udah kesiangan bisa lama banget nunggu di panggil. Aku memilih mengambil nomor antrian secara online biar tidak perlu datang pagi dan lebih mudah. Sayangnya untuk di malang dan sekitarnya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Kediri) sudah penuh sehingga mau tidak mau aku cari alternatif lain. Akhirnya aku memilih Blitar karena waktu tempuh dari Batu ke Blitar masih terjangkau olehku, sekitar 2,5 – 3 jam perjalanan. Aku mendapat jadwal tanggal 11 Januari pukul 09.00-10.00 WIB.

Aku berangkat ke Blitar dari Kediri karena aku menginap di rumah temanku. Dari rumah temanku ke kantor imigrasi hanya butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan. Aku berangkat sekitar pukul 7 pagi Aku sampai di kantor imigrasi sekitar pukul 8. Sebelum masuk ke dalam, ada form yang harus diisi. Form kuning untuk yang baru membuat paspor dan warna biru untuk perpanjang paspor. Form yang sudah di isi serta dilengkapi semua persyaratan diserahkan ke pertugas untuk di cek. Lolos dari petugas, aku di berikan sebuah kartu untuk di scan. Kartu itu digunakan untuk membuka pintu dan akan dikembalikan ke petugas yang berada di dalam ruangan. Selanjutnya, barcode antrian online yang sudah ku juat di scan sehingga masuk ke dalam sistem dan aku tinggal menunggu dipanggil.

Kantor ini besar dan sangat nyaman. Kursi-kursi tempat tunggu ada 2 jenis, 2 barisan terdepan itu kursi prioritas ditujukan untuk lansia dan ibu hamil (kursinya ada busa nya jadi empuuukkk) dan baris selanjutnya untuk umum (gak empuk 😂). Di pojok belakang juga ada playground untuk anak-anak sehingga mereka yang membawa anak tidak perlu khawatir anaknya rewel atau lari-lari di ruang tunggu. Selain itu juga tersedia minuman (kopi, teh, air mineral) dan aneka cemilan yang bisa di nikmati secara gratis sambil menunggu antrian.

Sekitar 20 menit menunggu akhirnya giliranku tiba. Dokumen ku kembali di cek dan di tanya alasan membuat paspor. Aku jawab saja untuk jalan-jalan. Itu jawaban paling aman karena kalo jawabannya untuk hal lain kayak kuliah misalnya, petugas imigrasi akan meminta dokumen lain dan kemungkinan terburuk pengajuan paspor mu ditolak (ini aku baca di blog orang yang paspornya di tolak gegara dia bilang mau kuliah). Nah, aku di suruh membuat surat pernyataan yang isinya aku membuat paspor ini bukan untuk bekerja. Selanjutnya aku menuju bagian ke wawancara dan foto. Petugas foto kembali bertanya tujuanku membuat paspor apa. Sepertinya mereka waspada karena mungkin ada yang membuat paspor untuk menjadi TKI ilegal. Jawabanku tetap sama, untuk jalan-jalan. Aku sudah mempersiapkan berbagai kemungkinan pertanyaan, eh tapi setelah petugasnya tau aku berasal dari kota Palu, kami malah membahas bencana yang belum lama melanda. Petugasnya cerita kalo adik temannya belum di temukan. Karena keterbatasan waktu dan antrian yang masih banyak, kami menyudahi perbincangan dan aku langsung di foto. Aku tersenyum semanis mungkin biar hasilnya tidak kayak foto KTP ku yang gak banggeeettt 😂😂😂😂. Setalah itu aku di beri kertas yang isinya data diriku serta nomor untuk bayar. Pembayaran bisa di lakukan di bank manapun atau kantor pos. Di luar ruang antrian ada loket kantor pos dan didepan kantor imigrasi ada bank BNI sehingga tidak kerepotan saat mau membayar. Kamupun bisa meminta petugas posnya mengirim paspor yang sudah jadi ke alamat mu. Tapi berhubung aku tinggal di kos dan khawatir gak ada yg ambil atau bahkan kececer, makanya aku memilih mengambil sendiri ke kantor imigrasi. Kertas bukti pembuatan paspor dan slip pembayaran jangan sampai hilang karena digunakan untuk mengambil paspor. Paspor bisa diambil 2 hari kerja setelah pembayaran.

Buat yang mau Aupair kayak aku, paspor 48 halaman yang dibutuhkan. Jadi, kalo kamu yang sudah punya paspor tapi yang 24 halaman tetap harus buat lagi. Dan minimal pas membuat visa nanti, paspor masih berlaku 1 tahun lagi dan masih ada sekitar 5 halaman (Atau lembar ya??) yang kosong.

Paspor ku ambil seminggu kemudian bareng temen karena dia sekalian pengen ke kampung coklat. Mumpung di blitar. Ya meskipun capek karena aku yang nyetir PP tapi gak masalah, demi ke paspor aku rela bolak balik. Demi mimpi ku ke Jerman. Tuhkan demi paspor aja rela berjuang apalagi demi kamu kan yaaa…. Hahahahahahaha (apaan sih!)

Semoga bermanfaat….

Auf Wiedersehen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s